Sunday, September 21, 2014

DAY 1 : From Jeddah to MADINAH

Arrived: JEDDAH -King Abdul Aziz Airport

Perjalanan saya memakai Lion Air, sekitar 12 jam perjalanan. makanannya Alhamdulillah enak and kenyang and sering, 3 kali makan plus snack , (Perasaan makan melulu deh)...gak perlu takut lapar di pesawat. tapi..ada baiknya anda siapkan minuman dalam botol mineral buat di bandara Jeddah. minta di isikan pramugari juga boleh. karena ternyata saat kami sampai di Jeddah, sudah masuk waktu maghrib, toko di pelataran bandara pada tutup,  sementara hausnya bangeeet, tapi gak ada minum. selain itu jarak antara tempat tunggu dan toko minuman lumayan jauh.

Dari pesawat kami di masukkan ke ruang tunggu atau istilah saya ruang karantina, karena kita gak boleh keluar dari ruangan tersebut, menunggu selama 1-3 jam untuk dibukakan pintu imigrasi.
Di ruangan tunggu ini sudah ramai beberapa orang yg menawarkan kartu telpon yang bisa dibeli seharga 120 rial, bisa untuk telpon ke Indonesia. Saya tidak tertarik, karena saya kebetulan pakai simpati, sebelumnya kita bisa register ke simpati paket Umrah/Haji, secara otomatis begitu sampai Saudi , telkomsel akan berubah nama jadi nama salah satu provider di sana.
 Dan  kita bisa telpon langsung ke Indonesia tanpa roaming. Tarifnya kalau tidak salah sekitar 6000 untuk 1 menit. lebih baik kita yang telpon ke Indonesia, dari pada sebaliknya, karena kena roaming baik yg di Indo maupun yg di Saudi.

Menunggu giliran cek imigrasi ini gak bisa dipastikan berapa lama waktunya, kalau lagi beruntung, 1 jam sudah bisa antri imigrasi, tapi bisa juga 4 jam kemudian pintu karantina di buka. Alhamdulillah, kami menunggu sekitar 1,5 jam, wanita di minta berbaris duluan dan keluar ruang karantina menuju loket pemeriksaan imigrasi, dari loket itu langsung di arahkan ke ruangan bagasi, sebuah ruangan besar dimana koper-koper kita sudah rapih berbaris berdasarkan travel bironya.

Saya langsung mengambil troley dan mengumpulkan koper-koper saya, karena menurut informasi peraturan terbaru di Saudi, para penumpang harus membawa koper masing2 untuk di masukkan ke scanner. (Sebelumnya, pihak travel lah yang mengurusi koper jamah melewati scanner).Tetapi tidak perlu khawatir angkat koper berat-berat, karena di sekitar meja Scanner, biasanya sudah ada beberapa tenaga kuli angkut yang di sewa biro travel, untuk membantu jamaah nya. Mereka lah yang akan menumpuk koper kita diatas troley dan membawanya ke area tunggu di pelataran luar bandara.

Pelataran tunggu di Jeddah berupa teras  luas yang dittutupi tenda-tenda besar,  lumayan gerah ..tidak ada fan atau AC..ngirit lah..dan haus lah...(nyesel tadi di pesawat gak ngisi termos) . Disini ada tempat duduk untuk tunggu keberangkatan dengan bis. juga ada Toilet yang luas , airnya melimpah (lumayan buat segarkan badan yang lengket selama di pesawat), dan Mushalla yang sebenarnya berkarpet dan sederhana saja, tetapi shalat di situ buat saya terasa nikmat banget, karena bisa meregangkan badan yang pegal duduk selama 12 jam di pesawat. rasanya bersyukur banget Allah kasih kita gerakan Ruku dan Sujud, seluruh urat yang kaku dan nyeri jadi lemas kembali.

Sekitar 1 jam menunggu, bis nya pun siap menaikkan penumpang, kami naik berdasarkan nomor rombongan yg sudah di tempel di depan Bis masing-masing. Ditengah perjalanan kami mampir ke sebuah masjid untuk Shalat Isya,  saya lupa nama masjidnya, tetapi sepertinya Masjid ini jadi tempat singgah banyak jamaah yang menuju Madina. karena sudah malam, kondisi toilet sudah tidak bersih, beberapa kran airnya tidak jalan, malah ada toilet yang berserakan pampers anak di lantainya. Aromanya??...Lumayaaannnn...saran saya , siap siap bawa botol air mineral untuk dapat digunakan di dalam toilet, karena gayung pun terbatas. Tisu Basah akan sangat bermanfaat dalam situasi begini..

Diperjalan kami di berikan makan malam nasi kotak, penasaran dengan menunya?..Ayam panggang Mas Joko (kalau saya gak salah)...lengkap dengan sambal terasi, kerupuk udang dan nasi segunung..jadi serasa travel ke Jawa nih..Kenyang banget, malah banyak yang gak habis..Kalau masalah makanan, Insya Allah tidak ada keluhan deh..Top markotop..

Perjalanan sekitar 4-5 jam , kami sampai  di Madinah sekitar jam 11 malam, di HOTEL Al-HARAM, sebuah Hotel bintang 4 berlokasi di Ring-2 terhadap masjid Nabawi, sekitar 3 menit jalan kaki menuju Masjid. Hal yang saya suka dari hotel ini adalah speaker masjid  yang terhubung ke kamar, sehingga dengan jelas kita bisa dengar suara Adzan, selain itu channel TV yang hanya menyiarkan kegiatan di masjid Nabawi dan masjidil Haram. (Aneh ya, di Makkah malah kita bisa melihat aneka Channel yang tidak Islami)..












No comments:

Post a Comment